Saat seseorang memberikan masukan tentang dirimu, apa yang kamu lakukan setelah itu? Merubah dan menjadi lebih baik bukan?


Jika seseorang itu adalah orang yang kamu sayang, pasti kamu akan merubahnya tanpa fikir panjang. Hanya demi dia, kamu akan melakukan semuanya demi membuat dia senang kepadamu.Tetapi...... saat dia memberi masukan kepadamu, dan ternyata dia melakukannya sendiri, apa yang kamu lakukan? Apakah kau akan tetap melakukannya demi dia? Atau mungkin, tidak perduli dengan semua omong kosongnya?

Mugkin itu yang sedang aku alami saat ini.....

Di saat kegelisahan itu datang, aku hanya bisa diam. Aku diam bukan berarti aku tak perduli, atau mungkin membiarkannya berbuat sesuka hati. Aku hanya ingin berjalan apa adanya, tanpa ada campur tangan dan paksaan.

Di saat kegelisahan berada di posisi paling tinggi, apakah sebuah hubungan patut di pertahankan? Dan apakah pantas dua orang yang saling menyayangi untuk di pisahkan?

Memang, terkadang aku merasa berada di puncak paling tinggi. Puncak dimana aku merasakan bingung dan gelisah. Dan pada saat itu, semua pertanyaan itu datang.

Mungkin beberapa orang merasa nyaman hanya dengan adanya status, tetapi tidak ada perhatian. Suatu kepercayaan tidak cukup untuk melanjutkan suatu hubungan tanpa adanya komunikasi. Tanpa memberi kabar atau ....... kurang perhatian.

Saat ini, aku berada di puncak paling tinggi. Puncak dimana aku merasa lelah, puncak dimana aku merasa gelisah. Puncak dimana semua pertanyaan itu datang lagi "Haruskah aku tetap bartahan atau meninggalkannya?"

Leave a Reply