Hai rindu... Apa kabar?
Lama ku tak menyapamu. Karna sebelumnya aku tak membutuhkanmu, karena ada seseorang yang telah mengisi hari-hariku. Tapi sekarang, ingin sekali rasanya ku tuk bertemu denganmu.



Rindu ... Sampaikan salamku kepadanya. Untuk orang yang selalu ada di sisiku, tetapi itu dulu.Aku titipkan salam kepada hujan, tetapi dia hanya bisa jatuh di tanah dan tak akan kembali. Aku titipkan kepada angin, tetapi dia hanya bisa berhembus kencang melewatinya. Aku titipkan kepada matahari, tetapi dia hanya bisa menyinarinya.

Aku kecewa, karna orang itu sudah tak perduli denganku. Dulu, dia selalu ada buatku, tetapi sekarang? aku tak tahu. Apakah dia mempermainkanku? Apakah dia hanya datang di saat dia sedang membutuhkanku?

"Text me when you miss me and actually wanna talk to me, not just when you're bored and need someone to entertain you."

Andai dia tahu, betapa capeknya aku dipermainkannya. Tetapi, jika dia tahu bagaimana perasaanku saat ini, dia pasti merasa bersalah. Dan aku tak tega untuk melihatnya. 

Jauh di lubuk hatiku, my heart says "Yes", my head says "No" and I say "I don't know."Aku sungguh bingung ketika dia menanyakan suatu hal kepadaku. Aku hanya bisa berpura-pura di depannya. Menutupi semua kepedihanku, tak ingin dia tahu betapa kecewanya aku.

Ketika aku ingin melupakannya, aku selalu teringat akan janjinya yang selalu setia. Apakah mungkin itu akan terjadi? Tetapi aku tahu bahwa relationship don’t need promises or terms and conditions. Just two people who love each other and want to be together. Tetapi....... Apakah dia masiih....? Ah sudahlah

Untuk saat ini, I try not to miss him, I try to let go, but in the end, he's always on my mind.

Aku hanya ingin berterimakasih kepadanya karena dia telah membuat hidupku menjadi berwarna. Sampaikan juga salamku kepadanyaa.... rindu.

Leave a Reply