Entah harus berbuat apalagi, hampir semua yang ku lakukan salah.
Setelah meminta pendapat dari beberapa orang, hampir semua mengatakan bahwa aku salah dalam mengambil keputusan.
Aku terlalu kejam memperlakukan dia seperti itu. Dia terlalu baik, tapi aku? Aku hanya bisa menyakitinya.
Aku seperti tak punya hati, bisa-bisa nya menjatuhkan perasaan dan harga diri seseorang. Mungkin aku bodoh, bodoh karena telah menyia-nyiakan orang yang selalu ada dalam hidup ku.
Dan sekarang aku hanya bisa menyesal karena kepergiannya.
Sudah banyak air mataku yang tumpah di saat aku bersamanya, tapi lebih banyak lagi ketika dia pergi jauh dan mungkin tak akan kembali.
Tetapi itu semua karena ulahku. Aku yang memintanya untuk tak kembali. Aku ingin melihat dia bahagia. Daripada dia harus bahagia bersamaku, tetapi kebahagiaan yang ia dapatkan penuh dengan kebohongan. Jadi, lebih baik dia mencari kebahagiaannya sendiri tanpa harus bersamaku.
Mulai saat ini aku akan bertopeng. Topeng, untuk menutupi kesedihanku. Berpura-pura untuk tak perduli. Tapi hati ini sakit, melihat keadaan yang terjadi.
Memang aku selalu salah. Ketika saat bersamanya, aku salah telah berbohong kepadanya. Dan sekarang aku juga salah. Cara ku yang salah untuk mengakhiri itu semua. Aku memang serba salah.