Heran. Aku heran dengan jalan pikiran lelaki. Apa mereka hanya bisa mempermainkan perasaan wanita selayaknya ia mempermainkan boneka?


Kisah ini aku ambil dari pengalaman dua sahabatku yang sangat berbeda jauh tetapi mempunyai keterkaitan yang disebabkan oleh lelaki. Bukan berarti sepenuhnya aku menyalahkan lelaki.

Cinta memang tak mengenal apapun. Cinta bisa datang kapan saja. Dan kita juga tak tahu kapan datangnya cinta. Mungkin sekarang kita mencintai seseorang itu, tapi kita tak tahu beberapa tahun kemudian cinta itu akan tetap sama atau mungkin datang cinta baru dengan orang yang berbeda? Kita memang tak pernah tahu.

Banyak sekali wanita yang (mungkin) berawal dari kagum terhadap seseorang. Mereka tak mengenal fisik, terkadang mereka melihat ketulusan, kesederhanaan dari seorang lelaki. Tetapi rasa kagum itu semakin lama semakin menumpuk dan bisa berubah menjadi cinta.

Jika sudah menjadi cinta, siapa yang patut disalahkan? Si lelaki, wanita, atau keadaan yang sudah mempertemukan mereka?

(---------------------------------------------------------------------------------------------)

Heran heran heran. Masih jaman yaa, lelaki nyakitin hati wanita?
Harusnya jika memang benar benar sayang, ungkapkan yang sebenarnya. Jangan hanya memberi harapan palsu. Sekali datang di kehidupan orang malah merusak suasana hati. Itu yang dinamakan lelaki? Bukankah lebih pantas dibilang banci?

Ah sudahlah, aku tak mau lama lama berkicau. Apalagi mengomentari seorang lelaki. Itu juga makhluk ciptaan tuhan, tetapi memaaaang, akal dan perbuatannya berbeda-beda.

Yang jelas sampai saat ini aku masih heran, apa yang di inginkan lelaki?

Leave a Reply