Selamat pagiiiii .............
Hari yang cerah. Tetapi sayang sekali, hatiku tak secerah pagi ini. Bukan, bukan hanya pagi ini, lebih tepatnya setiap pagi.


Ya, mungkin banyak orang merasa (sangat) senang ketika ia bangun terdapat pesan masuk dari seseorang yang ia sayang. Bukan berarti aku tidak, aku juga pasti akan bahagia saat membacanya. Tetapi di sisi lain aku bosan, bosan dengan isi teks yang ia kirim.

Mungkin jika dia hanya menyapaku "Selamat Pagi" setiap hari aku tak masalah. Tetapi jika kalimat itu dia tambahi dengan permintaan maafnya karena telah meninggalkanku setiap malam, mmm mungkin aku bosan. Dan aku juga lebih bosan ketika aku membalas pesannya dengan kalimat "iya, ndak papa" setiap pagi karena kesalahan sepelenya.

Meskipun kalimat itu terdiri dari beberapa kata, tetapi mempunyai makna yang luar biasa. Kalimat itu untuk memaafkan kesalahan seseorang. Tetapi jika itu dilakukan setiap hari, apakah orang yang menerima pesan singkatnya tidak merasa bosan dan terganggu?


Jika itu sebuah kesalahan, kenapa dia tidak bisa merubahnya? Kenapa dia malah menjadikannya sebuah kebiasaan?
Aku bosan dengan caranya memperlakukanku, aku bosan dengan kebiasaannya, aku bosan dengannya.

Leave a Reply